Sitti hawa pengusaha UMKM asal Bulukumba menjadi inspirasi banyak kalangan apalagi untuk generasi muda dalam membangun usaha
beliau memulai usahanya pada tahun 2012 silam, karena pada saat itu beliau berkeinginan untuk membantu perekonomian keluarga dan ingin membantu sang suami yang berprofesi di bengkel, atau bekerja merakit besi , membuat pagar dan sebagainya.
awalnya beliau bertemu dengan pedagang kue yang mampir ketokohnya, karena kebetulan pada saat itu beliau menjual berbagai macam produk rumahan atau bisa disebut sebagai penjual campuran.ia mempertanyakan bahwa dimana pedagang tersebut mengambil barang jualan , apakah ia memproduksinya sendiri? , sang pedagang kemudian menyebutkan suatu tempat yang jauh dari tempat Sitta Hawa tinggal, dimana sitti hawa tinggal di Dusun Lasanru, Desa Tugondeng, Kec. Herlang Kab. Bulukumba.
dari sini muncul keinginan beliau untuk membuat usaha kue rumahan agar dapat mebantu perekonomian keluarga dan menciptakan lowongan pekerjaan bagi tetangganya, karena dia melihat bahwa banyak masyarakat yang ingin bekerja akan tetapi sangat minimnya lowongan pekerjaan
sehingga beliau memberanikan diri untuk memulai usahanya yang dimulai dari mengajak sepupunya untuk membuat kue dan memasarkannya (menjualnya), pada awal usahanya beliau sempat rugi dikarenakan tempat yang beliau tempati kerjasama itu mengembalikan jualan beliau karena tidak laku.
sempat mendapat dan mendengar omongan dari banyak pihak agar usahanya di tutup atau diberhentikan karena usahanya tidak mendapatkan keuntungan yang ada malah kerugian yang sampai menelan sekitar 1 juta dalam perharinya,
akan tetapi beliau tetap bersikeras untuk melanjutkannya dan tetap semangat dan juga pada saat situasi itu sang suami juga selalu mendukung dan mempercayai apa yang beliau inginkan
dari masalah tersebut beliau selalu berusaha meminta saran dan masukan dari pengunjung atau masyarakat mengenai jualannya, terkadang juga ada pembeli yang memarahinya atau mengejek jualannya, dalam hal tersebut beliau tidak merasa marah atau patah semangat akan tetapi beliau selalu berpikir bahwa ini semua adalah petunjuk dan merupakan hal hal yang akan membuat usahanya besar.
Sitti Hawa juga mengatakan bahwa pembeli yang marah tidak mesti dimarahi balik tapi jadikan kritikannya sebagai pembangun untuk membantu kita dalam menyempurnakan usaha, dan mengatasi kekurangan kemarin
" kalau untuk pembeli yang marah saya itu tidak berkecil hati atau marah terhadap perlakuannya akan tetapi dari kritikannya lah yang saya jadikan sebagai penyempurna dan membantu saya dalam mengatasi kekurangan saya kemarin dalam menjalankan usaha". ungkap sitti hawa saat ditemui.
beliau juga memberikan motivasi kepada pemuda dan masyarakat , bahwa dalam menjalankan usaha yang terpenting adalah kerja dan usahanya.
" yang paling penting dalam usaha itu kerjanya, aksinya, persolan untung dan rugi sudah ada yang mengaturnya, karena apabila ketakutan yang selalu kita pikirkan yang ada kita tidak akan bergerak dan pemikiran sepintar apapun apabila tidak di kerjakan juga percuma, jika ada pemikiran silahkan kerjakan jika ada yang salah perbaiki, salah lagi perbaiki lagi, jika tidak laku atau rugi segera intropeksi diri dan apa yang salah atau keliru yang mesti diperbaiki". tambahnya.
dan sekarang usaha beliau sudah mempekerjakan lebih dari 20 karyawan dan sekarang beliau sementara memperjuangkan sertifikat halal dari produknya agar produknya bisa di masukkan dalam tokoh besar atau diimpor keluar negeri.

Posting Komentar